Bencana dan Kewajiban
Bencana yang besar
Dengan terus melakukan penyangkalan dan mengikuti petunjuk kelompok, umat Muslim tidak hanya menghadapi risiko yang tidak hanya sekadar kebahagiaan dan kehormatan di dunia ini, namun mereka juga akan mendapatkan rasa malu dan azab di akhirat nanti…
“Dikatakan kepada orang-orang yang kafir: ‘Sesungguhnya kebencian Allah kepadamu lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, karena kamu diserukan untuk beriman namun kamu memilih untuk menolaknya.’ Mereka menjawab: ‘Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan juga menghidupkan kami dua kali. Kini kami mengakui dosa-dosa kami. Adakah cara bagi kami untuk keluar dari jalan ini?’ Yang demikian itu karena kamu menolak bahwa Allah saja yang harus disembah, namun bila mempersekutukan Tuhan kamu malah mempercayainya. Maka keputusannya, adalah Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Qur’an 40:10-12)
Bila kita mau mengambil langkah-langkah penting dan melelahkan demi melakukan perbaikan melalui introspeksi diri dan pencarian, maka kita akan terhindar dari terbentuknya perasaan puas dan kebutaan yang akan menggiring kita pada jurang dalam yang menjadi nasib kita.
Apakah Anda ‘puas’ dengan apa yang telah Anda ketahui?
“Maka, tatkala datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa buktibukti yang jelas, mereka merasa puas dengan pengetahuan yang mereka miliki. Dan mereka akan dikelilingi oleh azab Allah yang mereka olok-olok. Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata: ‘Kami hanya beriman kepada Allah semata, dan kami menolak mempersekutukan Allah!’ Namun iman mereka tidak berguna ketika mereka melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang ditetapkan untuk para hambahambaNya. Dan pada saat itulah para kafir akan binasa.” (Qur’an 40:83-85)
Hanya mengabdi kepada Allah
Sistem Islam yang sesungguhnya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Allah dan RasulNya, telah dikesampingkan dan diabaikan selama berabad-abad lamanya oleh umat Muslim yang tanpa arah telah mengikuti para intelektual dan pemimpin mengikuti hal-hal yang diputarbalikkan dan ajaran yang tidak sah.
Muslim terus saja kalah karena mereka telah mengesampingkan sabda Allah dan menggantikannya dengan hukum dan ajaran lain yang justru membuat Allah mengabaikan mereka dan meninggalkan mereka dalam kebodohan.
Kehidupan ini bukan hanya sekadar kegembiraan dan permainan… namun kita harus memenuhi janji kita kepada Allah dan hanya mengabdi kepadaNya.
“Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, maka kesal lah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan bila selain nama Allah yang disebut, maka mereka akan bergembira!” (Qur’an 39:45)
Telah siapkah kita untuk hanya menyembah pada Allah dan meninggalkan semua pengidolaan kita?
Atau, apakah kita akan terus mengalami kekalahan?
Sebelumnya (Mengabaikan Kitab Suci)
Selanjutnya (Musuh dalam Selimut)