Mengapa Umat Muslim mengalami kekalahan?

6 Juli 2009 at 9:54 am (Artikel Inti)

Mengapa Umat Muslim mengalami Kekalahan

Sejak tahun 1600-an, umat Muslim merasakan penderitaan dan kekalahan, diawali dengan kekalahan pasukan militer Ottoman di Austria, lalu kehancuran total Kekaisaran Ottoman seusai Perang Dunia I, dilanjutkan perjanjian Sykes-Picot pada 1916, hingga pendudukan resmi oleh Palestina pada 1948, sampai malapetaka perang selama enam hari, hingga yang baru saja terjadi yaitu tumbangnya regim Taliban pada 2001 dan kekalahan regim Irak pada 2003.

Tumbangnya regim Taliban pada 2001 dan berkembangnya Aliansi Utara telah diprediksikan dengan tepat oleh semua analisis militer dan strategi. Pengeboman tiada henti yang dilancarkan oleh Amerika Serikat menggempur segala kekuatan militer Taliban dan perang psikologis membuat banyak dari pasukan mereka bersiap untuk melarikan diri begitu mereka mendapatkan kesempatan.

Kendati pasukan abad ke-21 mampu mengalahkan pasukan dari abad ke 19 (atau ke-20) adalah hal yang sangat jelas, namun mengejutkan bagi banyak umat Muslim yang taat yang tidak memahami bagaimana Tuhan, yang mereka yakini dan mereka puja, tega menelantarkan umatNya.

Taliban adalah Muslim Sunni yang sangat taat sesuai dengan definisi kata tersebut… mereka menunaikan sholat wajib lima kali sehari dan juga melakukan ibadah tambahan… mereka memelihara jenggot seperti yang dilakukan Nabi… mereka mengenakan busana tradisional Arab dari abad 6 berupa turban dan pakaian yang panjang… mereka tidak menonton televisi dan pergi ke bioskop karena dianggap bisa menimbulkan perilaku tidak bermoral… mereka mewajibkan para wanita untuk berbusana yang menutupi tubuh dari kepala hingga kaki demi menjaga diri dan kehormatan…. mereka melarang para wanita untuk bekerja dan memintanya untuk mengurus rumah tangga sehingga menghindari setan dan godaan yang mungkin saja muncul… mereka menghukum pria dan wanita yang berzinah sesuai dengan hukum Syariah… mereka memotong tangan pencuri sesuai dengan hukum yang sama… mereka mengajarkan kepada umatnya untuk kuat dan berjuang demi Syariah Tuhan dimanapun mereka mampu… mereka menghancurkan patung-patung yang merepresentasikan pemujaan yang disembah layaknya Tuhan.

Singkatnya, Taliban adalah contoh sempurna dari kalangan Muslim Sunni yang sesungguhnya.

Namun, Taliban tetap saja kalah!

Tidakkah Allah bersabda dalam kitab suciNya:

“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dan mengingkari nikmat.” (Qur’an 22:38)

“Orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, kecuali mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah!” dan bukan karena Allah membela umat manusia terhadap mereka sendiri, maka tentu akan banyak dirobohkan tempat tempat ibadah, pasar, dan rumah ibadah orang Yahudi dimana nama Allah sering disebutkan. Sesungguhnya Allah akan memberikan kemenangan bagi mereka yang percaya padaNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Qur’an 22:40)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang dengan membawa bukti-bukti yang jelas, selanjutnya Kami melakukan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa, dan Kami wajib menolong orang-orang yang beriman.” (Qur’an 30:47)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Qur’an 47:7)

Tidak ragu lagi bahwa ayat-ayat di atas menggambarkan bahwa Allah akan menolong dan menganugerahkan kemerdekaan bagi mereka yang beriman dan menolongNya…

Namun, Taliban tetap saja kalah!

Bagi mereka yang tidak beriman, jawabannya jelas: Ini adalah persoalan kekuatan militer dan pasukan yang bersenjatakan peralatan modern menghadapi pasukan primitif! Namun bagi umat Muslim, yang dipertaruhkan jauh lebih besar… umat Muslim tahu bahwa Allah mengendalikan semua tindakan dan semua masalah… mereka yakin bahwa Allah memerintahkan pasukan yang tidak terlihat dan yang terlihat yang bertugas menolong para umatNya di saat mereka membutuhkannya… mereka tahu bahwa para malaikat telah diutus di masa lalu untuk menolong Nabi meraih kemenangan yang tampak mustahil (3:124)… mereka tahu bahwa pasukan kecil dan lemah akan selalu mampu mengalahkan kekuatan yang lebih besar dan kuat dengan izin Allah (2:249)… mereka tahu bahwa semua teknologi di dunia, semua kekuatan dunia, dan semua pasukan di dunia, tak ada artinya sama sekali bila Allah berdiri di pihak yang lain!

Apa yang dihadapi umat Muslim di seluruh dunia memang suatu dilema… apa yang salah?

Mengapa Allah melupakan mereka?

Di setiap negara dan setiap tempat lebih dari satu abad lamanya, Muslim terus saja mengalami kekalahan!

Apakah umat Muslim telah mengingkari perjanjiannya dengan Allah?

·Apakah kita harus lebih banyak shalat?

·Apakah kita harus lebih banyak beramal?

·Apakah kita perlu memelihara jenggot dan para wanita berbusana tertutup (seperti Afghanistan)?

·Apakah kita harus lebih banyak berpuasa, atau melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sepanjang malam?

Apa yang harus dilakukan umat Muslim?

Petunjuknya bisa ditemukan dalam ucapan Nabi sendiri…

“Berkatalah rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.” Dan seperti itulah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong” (Qur’an  25:30-31).

Bagaimana Rasul Allah akan mengajukan klaim ini terhadap kita?

Bukankah lebih dari satu milyar Muslim di planet ini yang melantunkan dan membaca Kitab Suci setiap hari?

Bukankah kita semua mengajarkan kepada anak-anak kita untuk membaca surat-surat dalam kitab suci milik Allah?

Bagaimana mungkin kita meninggalkan Kitab Suci tersebut?

Home

Selanjutnya (Mengabaikan Kitab Suci)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.