Kesimpulan

18 Juli 2009 at 8:06 am (Artikel Inti)

Kesimpulan

Kita telah lihat di Bab-Bab sebelumnya bahwa Al-Qur’an sudah komplit, dan jelas. Kitab Petunjuk untuk sepanjang masa dan semua tempat. Kitablah, yang membimbing menuju Suri Tauladan Terbaik dari ciptaan Allah, Nabi kita tercinta Muhammad. Beliau tidak hanya menyebut sebagai SATU2nya mukjizatnya – dan memang sebuah mukjizat karena Qur’an tidak hanya mengandung petunjuk untuk sikap kita, tapi juga mengandung hikmah dibaliknya. Al-Qur’an menjelaskan dirinya sendiri, dan sebagai tambahan, Al-Qur’anpun telah menjaga “Suri Tauladan Terbaik” tidak hanya dari Nabi Muhammad, tapi juga dari Rasul2 Allah yang lainnya. Untuk menyembunyikan Kitab ini –Mukjizat ini- dibawah debu tradisi dan Hadits sama saja dengan menolak rahmat yang dijanjikan dari Qur’an- rahmat yang memiliki kekuatan untuk mentransformasi jiwa manusia dan merubah arah suatu Negara. Saat ini, andai saja Kaum Muslim membersihkan debu dari Kitab ini dan mengikuti Sunnah sejati dari Nabi Muhammad dengan membuat Al-Qur’an sebagai SATU-SATUNYA Patokan antara kebenaran dan kesalahan, dunia akan masih bisa melihat kebangkitan ajaib suatu negara dari kegelapan sebagaimana disaksikan dulu sekitar 1400 tahun yang lalu.

Terakhir, sayapun akan memberikan alasan dibalik penulisan tulisan2 ini bukanlah untuk menghina para pembelajar agama dan pencari kebenaran. Tetapi, tujuannya adalah untuk membawa Dunia Muslim kembali ke dasar. Dan ya, Kitab Hadits mungkin memiliki nilai historis, dan mungkin juga mereka memiliki beberapa laporan yang benar. Dan oleh karena itu mereka harus dihargai dan dipelajari layaknya Kitab Injil dari Kristen yang harus dihargai dan dipelajari dan sama seperti Ucapan2 orang bijak yang harus dihargai dan dipelajari dan sama layaknya dengan Buku2 manusia dan testimonial manusia lainnya. Harus diperhatikan bahwa sejarah tidak bisa lepas dari distorsi dan pengaruh penguasa saat itu, sebagaimana ada sebuah ungkapan yang menyatakan “Sejarah sang pemenanglah yang akan masuk sekolah”. Dan, ketika berbicara tentang Hukum2 keagamaan dan peradilan dan bimbingan, HANYA Al-Qur’an lah yang harus dicari, sebagaimana telah dilakukan dahulu oleh Nabi Muhammad.

Sebelumnya (Bab 09. Arabic Syndrome)

Home

Selanjutnya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.